Peran Perawat Dalam Ibadah, Tayamum & Doa Bagi Orang Sakit

Perawat –> Merawat

Semua manusia tau, pekerjaan perawat adalah merawat. Tidak hanya merawat orang sakit, namun orang sehat pun senantiasa dirawat oleh Perawat. Namun tak hanya merawat, perawat juga harus memberikan bimbingan rohani kepada pasien yang sedang sakit, karena sakit bukanlah alasan manusia untuk tidak beribadah.

Sebelum membahas mengenai hal tersebut, perlu diketahui apa itu hikmah sakit bagi pasien.

 

  1. Hikmah Sakit & Doa Bagi Orang Sakit

asdf

Karena sesungguhnya, terdapat setidaknya 4 keutamaan sakit bagi orang yang beriman, yaitu :

  • Sakit akan menghapuskan dosa

Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

  • Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar

Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)

  • Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka,

Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

  • Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya

Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih)

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)

 

Oleh karena itu, perawat harus mengetahui dan bisa meyakinkan pasien untuk selalu berbaik sangka kepada Allah dan perawat harus selalu meyakinkan pasien untuk beribadah dan berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Tidak hanya pasien, perawat pun harus selalu mendoakan kesembuhan pasien-pasiennya.

fdsa

  1. Tayamum

Apa itu tayamum? Tayamum adalah mensucikan diri menggunakan debu yang suci atau bersih. Seperti yang dikatakan di surat Al Maidah : 6

Screenshot_2015-06-22-19-47-49-1

Apa saja sebab diperbolehkan tayamum?

  • Ketidak adaan air
  • Ada air tetapi hanya bisa digunakan untuk makan dan minum
  • Tidak boleh menggunakan air karena sakit

Sakit disini merupakan keadaan dimana pasien sakit dengan penyakit yang air tidak boleh menyentuh kulit pasien. Tugas perawat disini adalah membimbing dan memberitahukan bagaimana tata cara tayamum yang benar kepada pasien, karena mungkin masih banyak pasien yang belum mengetahui bagaimana cara tayamum yang baik dan benar.

Cara mempraktekan tayamum adalah :

  • Niat di dalam hati.

Berniat tayamum untuk menghilangkan hadas kecil / besar karena Allah. Seseorang yang akan melakukan tayammum wajib berniat di dalam hati terlebih dahulu. (Contoh: Nawaitu tayamuma listibaahatis shalaati farduu lillahi ta’aalaa – niat saya tayamum untuk melaksanakan shalat fardu karena Allah) Berdasarkan sabda Rasulullah shollAllahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya semua amal itu tergantung niatnya, dan seseorang mendapat balasan sesuai dengan yang diniatkannya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

  • Membaca Bismillah.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Huroiroh rodhiyAllahu ‘anhu, bahwa Nabi shollAllahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sholat bagi orang yang tidak berwudhu, dan tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Imam Ahmad, dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

  • Menepukkan kedua tangan ke tanah yang suci, cukup sekali tepukan.

Kemudian mengusap telapak tangan ke muka. Setelah itu mengusap telapak tangan yang satu dengan yang lain secara bergantian, dimulai dari ujung-ujung jari hingga pergelangan tangan. Hal ini berdasarkan hadits Ammar rodhiyAllahu ‘anhu, “Rasulullah pernah mengutusku untuk suatu keperluan. Ketika itu saya sedang junub dan tidak mendapatkan air. Maka saya berguling-guling di tanah sebagaimana berguling-gulingnya seekor binatang. Lalu saya mendatangi Nabi shollAllahu ‘alaihi wa sallam. Saya ceritakan kejadian itu kepada beliau. Kemudian beliau berkata, “Sebenarnya cukup bagimu untuk menepukkan telapak tangan demikian.” Kemudian beliau menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah sekali tepukan, lalu beliau tiup. Setelah itu beliau usapkan ke muka dan kedua telapak tangan beliau.” (HR. Bukhori dan Muslim)

3. Sholat

Bagi pasien sakit, sholat bisa dilaksanakan dengan duduk dan juga berbaring. Peran perawat disini sangat penting, karena perawat harus mengajarkan bagaimana cara sholat yang baik dan benar kepada pasien sesuai dengan kondisi pasien saat itu.

“orang yang sakit jika akan mengerjakan salat hendaklah ia berdiri jika mampu, jika ia tidak mampu salat dengan berdiri, hendaklah ia salat dengan duduk, jika tidak mampu duduk, hendaklah ia mengisyaratkan saja dengan kepalanya, tetapi sujudnya lebih rendah dari pada rukuknya. Jika ia tidak mampu salat dengan duduk, hendaklah ia salat dengan berbaring pada lambung sebelah kanan dengan menghadap kiblat. Jika ia tidak mampu salat dengan berbaring pada lambung sebelah kanannya, hendaklah ia salat dengan telentang dan kedua kakinya dihadapkan ke arah kiblat.” (HR. Daruqutni)

“Salatlah dengan berdiri, jika tidak mampu hendaklah dengan duduk, dan jika tidak mampu juga maka dengan berbaring.” (HR. Bukhori)

 

Sholat dengan duduk

Jika pasien tidak mampu untuk sholat sambil berdiri, maka lakukanlah sholat sambil duduk. Tata cara sholat sambil duduk jika mampu duduk seperti saat shalat :

  1. Ambillah posisi duduk dengan menghadap kiblat seperti duduk diantara dua sujud, kemudian berniat untuk mengerjakan salat.
  2. Cara mengerjakan rukuknya dengan cara membungkuk sedikit
  1. Sujud sama seperti mengerjakan sujud pada salat biasa.

Namun ada pula pasien yang hanya mampu duduk diatas tempat tidur. Maka, tata cara sholat sambil duduk jika hanya mampu duduk diatas tempat tidur :

  1. Menghadap kiblat dan berniat salat
  2. Rukuk dengan meletakkan tangan dilutut (sambil menundukan kepala)
  3. Sujud dengan cara membungkukan kepala dan badan (lebih rendah dari saat rukuk)

 

Sholat dengan berbaring

Jika pasien hendak melaksanakan sholat namun dia tidak mampu berdiri, maka lakukanlah dengan duduk. Namun jika tidak mampu untuk duduk, maka lakukanlah dengan berbaring. Tata cara sholat sambil berbaring adalah :

  1. Dua kaki diarahkan ke kiblat .kepala ditinggikan dengan alas bantal dan mukanya diarahkan ke kiblat. Selanjutnya berniat lalu bertakbiratulihram dengan mengangkat tangan
  2. Bersedekap, kemudian membaca do’a iftitah dan seterusnya seperti bacaan salat biasa, rukuk dan sujud cukup dengan isyarat
  3. Tahiyat awal dan akhir dilakukan sesuai kemampuan atau dengan isyarat. Kedua tangan tidak bersedekap
  4. Jika berbaring seperti diatas tidak mampu, boleh dikerjakan dengan cara berbaring miring dan enghadap kiblat, rukuk dan sujudnya cukup menggerakan kepala menurut kemampuannya.
  5. Jika dengan cara berbaring miringpun masih tidak mampu maka cukup dengan isyarat, baik dengan kepala ataupun mata. Jika semuanya tidak mampu boleh dikerjakan dalam hati, selagi jiwa dan akalnya masih menyatu alam raganya.

 

Perawat adalah sosok yang menemani pasien selama 24 jam, oleh karena itu bimbingan ibadah oleh perawat sangat dibutuhkan bagi pasien. Karena apa? Karena ibadah merupakan cara pasien untuk berkomunikasi dan meminta pertolongan kepada Allah. Yuk jadi perawat muslim&muslimah yang senang berbagi ilmu 🙂

referensi :
Materi Mentoring “Fun Islamic Time 2014” Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran